Ide dari outsourcing telah di kritik keras oleh berbagai komunitas dan ini memang sangat wajar dan dapat dimengerti. Jutaan orang kehilangan pekerjaan dan telah berjuang untuk bertahan hidup dalam beban keuangan walaupun negara telah membiayai ekonomi mereka. Ide tentang mengirimkan pekerjaan keluar negeri terlihat tidak adil dan tidak etis. Namun, jika seseorang benar-benar meneliti dampak outsourcing, mereka mungkin akan sadar bahwa outsourcing mungkin benar-benar membantu perekenomian sehingga memberikan lebih banyak pekerjaan untuk masa depan.

 

Semakin banyak perusahaan telah memutuskan agar dapat bertahan hidup dalam krisis ekonomi ini, dan outsourcing adalah jawabannya. Outsourcing telah membantu perusahaan dalam mempertahankan intensif tenaga kerja namun juga membantu dalam fungsi bisnis yang sangat penting untuk eksistensi bisnis mereka. Hal ini juga memberikan perusahaan-perusahaan kemudahan dalam mendapatkan biaya tenaga kerja yang terjangkau dimana mereka tidak akan mampu membayarnya jika mereka tetap menggunakan tenaga kerja dalam negeri. Ya, outsourcing akan menyebabkan pengurangan tenaga kerja saat ini, tetapi tanpa outsourcing, perusahaan-perusahaan mungkin tidak punya pilihan lain selain menutupnya secara bersama-sama. Jika kita memikirkannya lebih dalam, lebih baik untuk mengurangi beberapa staf daripada memberhentikan semuanya. Ini lebih baik untuk menjaga setengah dari staf Anda bekerja daripada membuat semua staf Anda menganggur. Outsourcing juga membawa pandangan optimis untuk masa depan. Dengan meningkatnya ekonomi, anggaran perusahaan akan perlahan meningkat. Peningkatan anggaran biasanya akan diinvestasikan kembali ke perusahaan untuk membantu berkembangnya perusahaan.

 

Pesan moral dari artikel ini adalah untuk menjelaskan dampak positif dari outsourcing dan alasan utama mengapa dalam bisnis harus melakukan outsourcing. Bisnis outsourcing akan tetap ada dalam dunia bisnis. Kita juga harus menyadari bahwa perkembangan pekerjaan akan selalu dan terus ada. Setiap pekerjaan akan menghilang tetapi akan muncul pekerjaan yang baru. Orang-orang begitu takut dengan munculnya teknologi dan komputerisasi karena akan membunuh ribuan pekerjaan, tetapi untuk mempertahankan teknologi ini dibutuhkan ribuan lapangan pekerjaan. Bahkan baru-baru ini, perusahaan di luar negeri sudah mulai melakukan outsourcing kembali ke Amerika Serikat, dengan cara pelatihan bahasa Inggris. Ini tidak akan terjadi jika dalam bisnis tidak memilih untuk melakukan outsourcing. Banyak dari kita terbiasa hanya melihat efek negatifnya saja, tetapi tidak melihat efek positifnya. Hal ini secara rinci telah menciptakan kesalahpahaman terbesar dalam dunia outsourcing.